Dharma Discussion Forum

please join us
Dharma Discussion Forum

Forum Buddhis Indonesia


Menelusuri Jejak Kaki Sang Guru

Share

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Menelusuri Jejak Kaki Sang Guru

Post by co_ols on Fri Jun 19, 2009 2:14 pm

Siswa-Siswa Pertama

study

Aku, Yasa adalah siswa keenam dari Sang Bhagava Buddha Gautama, yang terpanggil untuk mengikuti jejaknya, mengerti dan memahami ajaran-ajarannya.

Aku adalah putra seorang bangsawan di Benares dan seperti Sang Bhagava, aku pernah hidup bergelimang kemewahan. Beberapa minggu sebelum saat yang kuceritakan ini, aku gelisah dan tidak dapat istirahat, seperti pada saat kita mendengar alunan nada yang samar-samar dari kejauhan, kita berusaha untuk menggapainya namun tidak mampu. Demikianlah yang terjadi padaku, sepertinya aku mendengar nada yang bukan berasal dari dunia ini, tetapi ketika kucoba untuk menjangkaunya, musik tersebut telah terbang dan hilang. Kini kutahu bahwa semua kesenangan-kesenangan duniawi yang ada di sekelilingku tidak akan lama memuaskan. Semuanya hampa dan tak berguna, bagaikan sawah tanpa ada yang mengairinya.

Kemudian pada suatu malam aku terjaga, dan terus terjaga, akhirnya aku keluar menuju ruang depan di mana kelihatan dayang-dayang yang sedang tertidur nyenyak. Mereka yang seperti bunga-bunga cantik di siang hari kini terbaring kacau-balau di atas balai-balai dengan baju yang kusut dan kotor. Rasa duka yang teramat dalam menyelimutiku. Apa yang biasanya kelihatan sangat indah bisa menjadi sesuatu yang demikian menjijikkan. Aku tidak dapat beristirahat lebih lama, kupakai sandal sepuhanku dan keluar menembus gelapnya malam. Sesuatu yang tak kuketahui benar membawaku ke Taman Rusa di Isipatana.

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Menelusuri Jejak Kaki Sang Guru

Post by co_ols on Fri Jun 19, 2009 2:18 pm

Saat aku berjalan di malam itu, aku merasa tidak pernah dapat beristirahat lagi.

Apa arti kehidupan bagiku jika di balik semua kemegahan ternyata yang ada hanyalah kekotoran-kekotoran seperti yang melekat pada tubuh-tubuh itu?
Tidak ada ketenangan! Tidak ada kedamaian! Rantai kesengsaraan yang tak putus-putusnya!

Kubuang sandal sepuhanku dengan jijik. Tetapi kemudian tiba-tiba aku merasakan udara yang sejuk penuh damai menyelusup ke dalam sanubariku, seperti saat aku sedang kepanasan, aku menyelam dalam sebuah danau yang sejuk dan jernih.

Aku mendengar sebuah suara lembut sebagai jawaban pikiran-pikiranku, "Nirvana penuh kedamaian, sejuk dan bebas dari penderitaan."

Seperti terjaga dari sebuah mimpi aku menemukan diriku sendiri duduk di samping seseorang yang tak pernah kukenal sebelumnya namun kelihatannya dia mengetahui seluruh kehidupanku bagaikan guruku.

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Menelusuri Jejak Kaki Sang Guru

Post by co_ols on Fri Jun 19, 2009 2:23 pm

Dia lebih tua dariku, tetapi seberapa tuanya tidak dapat kuperkirakan, kelihatannya dia sudah hidup dalam waktu yang lama namun terlihat masih muda. Aku tidak dapat mengingat apa yang telah dikatakannya. Bahkan barangkali di saat itu memang dia tidak pernah berbicara. Tetapi kesedihanku melesat keluar seperti kulit tua yang terkelupas dari seekor ular. Aku melihat jalan yang terbentang luas menuju kedamaian sejati. Kemudian kuperhatikan pakaianku yang penuh dengan permata-permata berkilauan di bawah cahaya bintang.
Aku merasa malu, tapi setidak-tidaknya ada perasaan senang dan lega karena telah membuang sandal sepuhanku tadi.

Sang Guru membaca pikiran-pikiranku dan berkata:
" Hiasan-hiasan dengan permata-permata itu tidak perlu menjadi beban perasaan. Seorang tidaklah dapat dipandang melalui pakaiannya melainkan dari dalam hatinya. Seseorang bisa saja mempunyai pakaian-pakaian seperti seorang pengemis dan tinggal di tempat-tempat yang sunyi, namun di dalam hatinya mungkin masih penuh dengan keinginan-keinginan dan pikiran-pikiran duniawi.
Jika kamu melihat segala sesuatu dengan mata yang sama, tidak memilih antara permata-permata atau kain-kain buruk, maka walaupun kamu hidup di dunia ini, kamu telah terbebas dari semua ikatan-ikatan.
"

Banyak lagi yang dikatakan Sang Guru, dan ketika dia bangkit, kuikuti langkahnya seperti seekor anak sapi yang mengikuti ibunya.

Pohon-pohon palem yang tinggi terbayangi oleh fajar yang berwarna jingga tua, tiga ekor bangau dari paya-paya berdiri dengan tenang di atas lumpur di tepi kolam sedang menanti mangsanya, dan di sekitarnya terbentang sawah-sawah yang terlihat bagaikan tambalan kain dari jubah orang yang kuikuti ini.

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Menelusuri Jejak Kaki Sang Guru

Post by co_ols on Fri Jun 19, 2009 2:26 pm

Beliau membimbingku menuju hutan mangga yang tidak jauh dari Taman Rusa, dan di sana aku bertemu dengan kelima siswa pertama, Kondanna, Vappa, Bhaddiya, Mahanama dan Assaji.

Mereka semua jauh lebih tua dari aku yang baru berumur dua puluh tahun saat itu, tetapi tiba-tiba aku merasa telah menjadi bagian dari mereka, seolah-olah aku telah lama selalu berada dalam tali persaudaraan mereka.

Kondanna adalah saudara yang tertua. Ia termasuk salah satu dari delapan Brahmana yang diundang raja Suddhodana pada hari kelahiran anaknya untuk meramal masa depan bayi tersebut. Dengan mata batinnya Kondanna dapat melihat bahwa anak tersebut akan menjadi Buddha.

Dua puluh sembilan tahun kemudian, ketika dia mendengar bahwa pangeran Siddharta Gautama telah meninggalkan kehidupan duniawi, dia juga meninggalkan rumah, dan bergabung dengan Vappa dan tiga orang lainnya, mengikuti pangeran bertapa di dalam hutan untuk mencari penerangan dan kebenaran. Mereka berpikir bahwa penerangan dan kebenaran dapat ditemukan jika mereka mengikat dan menyiksa diri mereka sendiri, hingga jiwanya dapat mencapai surga.
Dalam waktu yang lama Sang Guru menjadi contoh bagi mereka, mengunguli mereka dalam berpuasa dan melakukan penyiksaan diri, dan mereka sangat menghormatinya.

Ketika Sang Guru menjadi sadar bahwa cara yang ditempuhnya salah dan melepaskan diri dan kemudian hidup seperti manusia-manusia lain, mereka menjadi marah dan meninggalkannya. Kini mereka bercerita bagaimana kejadiannya hingga mereka menjadi siswa-siswaNya.

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Menelusuri Jejak Kaki Sang Guru

Post by co_ols on Fri Jun 19, 2009 2:40 pm

Ketika mereka saat itu melihat kedatangan Sang Guru, mereka telah bersepakat dan memutuskan bahwa Sang Gautama, telah mengambil makanan seperti manusia-manusia yang hidup di dunia. Bukanlah kebiasaan yang ramah bagi seorang samana untuk mengulurkan tangan pada orang lain. Sejauh itu mereka tidak peduli akan kedatangan Sang Guru, mereka tidak membuat perjamuan sebagai tanda kehormatan. Mereka tidak menawarkan tempat duduk untuknya.

Tetapi ketika Sang Guru mendekat, ada kekuatan perasaan lembut dan kedamaian yang meliputi diri mereka. Sebelum mereka menyadari apa yang sedang mereka perbuat, seseorang telah bergerak mengambil jubahnya, yang lainnya menyediakan sebuah tempat duduk, dan seorang lagi mengambil air untuk mencuci kaki Sang Guru. Kemudian mereka semua duduk dengan sopan untuk mendengar sabda Sang Guru sebagai seorang guru yang mereka hormati.

Tiba-tiba rasa kagum mereka terhenti; mereka ingat akan sumpah mereka untuk tidak menghormati Sang Guru. Dengan lemah, dengan hati yang berat mereka mulai berbicara seramah mungkin pada Sang Guru, mengungkapkan betapa kecewanya mereka terhadap Sang Guru, yang melanggar cita-cita mereka yang tinggi. Tetapi satu persatu protes mereka hilang berkat ketenangan dan wajah yang bersinar terang dari Sang Guru. Untuk sementara mereka berdiam diri dan Sang Guru berkata:
"Ada dua hal yang ekstrim.
Pertama, adalah mereka yang memuaskan hawa nafsu mereka dan hidup mewah untuk kepuasan sendiri, orang-orang demikian bahkan tidak mengerti Syair-Syair Suci mereka; betapa sedikitnya mereka memahami jalan yang bebas dari penderitaan dan menuju pintu hidup yang abadi.
Kedua, adalah mereka yang mengadakan penyiksaan diri dengan jalan mati kelaparan atau dengan cara lain. Orang-orang seperti itu tidak dapat berpikir tentang masalah-masalah duniawi, betapa sedikitnya mereka memahami kebijaksanaan surgawi! Seorang bhikkhu yang kurus kering adalah seperti seorang wanita yang berusaha menyalakan lampu dengan air sebagai pengganti minyak, atau seorang pria yang mencoba membuat api yang baik dari kayu rotan."

"Kedua hal tersebut bukanlah jalan menuju kebenaran. Tetapi ada Jalan Tengah, sebuah jalan yang terletak di antara kedua jalan tersebut. Pada satu sisi, kemewahan dan kepuasan disingkirkan. Hidup sederhana adalah hidup dengan tubuh yang sehat dan kuat, tidak lebih dari itu. Jalan Tengah adalah Jalan Kebenaran."

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Menelusuri Jejak Kaki Sang Guru

Post by co_ols on Fri Jun 19, 2009 2:52 pm

Mereka memberitahuku bahwa Sang Guru berbicara pada mereka dengan begitu bijaksana, sesuatu yang tidak pernah mereka dengar dari guru-guru lainnya. Hal yang juga tidak dipelajari Sang Guru dari orang lain, juga tidak didengar dari guru-guru lain atau dari Syair-Syair Suci.
Sang Guru berkata dari apa yang diketahuinya berdasarkan pengalamannya sendiri. Sang Guru telah mencoba kedua jalan tersebut dan gagal. Kemudian dia mencoba jalan tengah dan berhasil.

Tetapi ada sesuatu di samping pengalaman dalam apa yang telah dikatakannya, atau barangkali itu adalah cara beliau mengemukakannya. Ada suatu kelembutan dan pengertian yang sulit dilukiskan, juga suatu rasa di luar jangkauan waktu. Mereka mencoba menerangkan hasil-hasil yang mereka peroleh, tetapi tidak mampu.
Semua yang mereka ketahui adalah bahwa keinginan jahat yang memenuhi hati mereka telah mencair dan mereka menjadi murid-murid Sang Guru.
Mereka adalah lima orang pertama dari beribu-ribu orang lainnya yang mendengar Empat Kesunyataan Mulia dan Delapan Jalan Utama yang dapat merubah kehidupan dari pria-pria dan wanita-wanita yang mendengar dan mengikutinya, dan bagi siapa saja yang membuka jalan cinta kasih menuju kedamaian abadi; Nirvana.

Ketika aku tidak pulang ke rumah, ibuku sangat rindu dan menyuruh ayahku untuk melihat apa yang terjadi padaku.
Ayah menemukan sandal sepuhan yang kubuang, kemudian dia mengikuti jejak-jejak kakiku sampai akhirnya datang menyaksikan aku sedang duduk dengan kelima siswa pertama yang sedang mendengarkan khotbah tentang pelepasan diri dari duniawi.

Ketika aku memberitahukan padanya bahwa adalah niatku sendiri untuk meninggalkan rumah dan menjadi pengembara sebagai siswa Sang Guru, ayah tidak terkejut, sebab ayah melihat guru yang kuikuti telah menemukan kebenaran. Ayah memberitahu bahwa ibuku selalu menangis karena aku tidak mau kembali ke rumah, tetapi ayah tidak memaksaku untuk kembali. Sebaliknya, ayah menjamu Sang Guru dan kelima pertapa untuk makan di rumahnya.

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Menelusuri Jejak Kaki Sang Guru

Post by co_ols on Fri Jun 19, 2009 2:58 pm

Pada hari berikutnya, begitu ibuku melihat Sang Guru, mendung yang terukir di wajahnya menjadi lenyap dan ia tak lagi sedih melihatku. Juga istriku, gembira akan pilihanku untuk mengembara.

Dalam keluarga kami, kami menghormati panggilan itu sebagai panggilan yang tertinggi.
Adalah benar bahwa aku meninggalkan rumah lebih cepat dari biasanya, aku tidak sempat menegakkan sebuah rumah tangga, tetapi yang lainnya dapat menjalankan kewajiban-kewajibanku sebagai kepala rumah tangga, dan beberapa tahun kemudian istriku mengikuti jejakku dan bergabung dalam persaudaraan Bhikkhuni. Sesudah perjamuan, Sang Guru berkhotbah kepada seluruh keluarga tentang kebenaran, kemudian ibu dan ayahku beserta keluarga-keluarga lainnya menjadi pengikut awam pertama dari Sang Guru.

Sebagian karena keahlianku memainkan musik, aku menjadi pemimpin para remaja dari Banares. Ketika sahabat-sahabatku melihat aku memakai jubah kuning dan berkepala gundul, mereka sangat heran. Untuk mengetahui alasannya, mereka datang pada Sang Guru yang telah membawa perubahan dalam hidupku, dan setelah mendengar khotbah Sang Guru lenyaplah keheranan mereka, dan banyak di antara mereka yang mencukur rambutnya dan meninggalkan rumah.

Sang Guru bercerita kepada kami, bahwa di saat beliau mencapai penerangan sempurna, Mara menggoda beliau untuk pergi saja mengucilkan diri ke hutan belantara sebagai seorang pertapa menikmati sendiri kebahagiaan yang telah dicapainya, karena tidak seorang pun yang akan mengerti kebenaran yang telah ia temukan. Tetapi Mara terbukti salah, karena dari sejak semula Sang Guru telah berhasil mengumpulkan siswa-siswanya, baik yang awam maupun yang telah ditabhiskan; yang mengerti akan ajaran-ajaranNya.


Dikutip dari buku "Menelusuri Jejak Kaki Sang Guru"
Oleh: Marie Beuzeville Byles

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Menelusuri Jejak Kaki Sang Guru

Post by co_ols on Fri Jul 03, 2009 10:48 pm

versi lengkap .pdf nya silakan download disini -> http://www.4shared.com/file/112880585/faf0d024/menelusuri_jejak_kaki_sang_guru.html


Gunawan
G.M.
G.M.

Male Gemini Rat
Jumlah posting : 76
Points : 370
Join date : 09.05.09
Age : 44
Lokasi : Jakarta

Re: Menelusuri Jejak Kaki Sang Guru

Post by Gunawan on Tue Jul 07, 2009 12:01 pm

Nice Post guru cools..... :lol!:

Sponsored content

Re: Menelusuri Jejak Kaki Sang Guru

Post by Sponsored content Today at 9:08 pm


    Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 9:08 pm