Dharma Discussion Forum

please join us
Dharma Discussion Forum

Forum Buddhis Indonesia


Kegiatan Sang Buddha sehari2

Share

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Kegiatan Sang Buddha sehari2

Post by co_ols on Wed Jun 10, 2009 1:35 pm

Kegiatan Sang Buddha setiap hari adalah sbb:

Pagi hari (pukul 04.00-12.00)
Sang Buddha bangun pukul 4 pagi, setelah mandi lantas duduk bermeditasi selama satu jam. dari pukul 5 pagi, selama satu jam, Sang Buddha melihat dengan mata dewa ke seluruh dunia, barangkali ada orang yang memerlukan pertolongan Beliau.
Pukul 6 pagi memakai jubahNya dan pergi ke desa atau kota untuk mengumpulkan makanan atau pergi mengunjungi orang yg memerlukan pertolongan Beliau.
Tiba di desa atau kota, Sang Buddha berjalan dari rumah ke rumah dengan mata ditujukan ke tanah dan menerima makanan apa saja yang dimasukkan ke dalam mangkukNya dgn tidak mnegucapkan sesuatu kata pun. Kalau pergi bersama-sama dengan muridNya, mereka merupakan barisan yang panjang karena berjalan satu per satu. Pada waktu Sang Buddha menerima juga undangan makan dirumah seorang umat. Sehabis bersantap, Beliau selalu memberikan khotbah Dhamma. Kalau ada orang yg minta diterima sebagai murid/pengikut, maka Beliau mentahbiskannya di tempat tersebut.

Siang hari (pukul 12.00-18.00)
Waktu ini biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan dari para bhikkhu. Sang Buddha menjawab semua pertanyaan dengan disertai nasehat dan petunjuk mengenai meditasi. Kalau mereka pulang, maka Sang Buddha beristirahat di kamarNya dan dengan mata dewa melihat ke seluruh dunia, barangkali ada orang yg memerlukan pertolonganNya. Kalau Beliau melihat ada yang memerlukan pertolongan, maka Beliau segera mengunjunginya.
Kalau hari itu tidak ada orang yang memerlukan pertolongan Beliau, maka Beliau keluar dari kamar untuk bertemu dengan ratusan orang yang berkumpul di ruang khotbah (Dhammasala).
Di Dhammasala, Sang Buddha memberikan khotbah dengan cara yang khas, sehingga tiap orang merasa bahwa khotbah itu ditujukan kepada dirinya. Dengan demikian Sang Buddha memeberikan kegembiraan kepada orang yang bijaksana, mempertinggu pengetahuan orang biasa dan memberi penerangan kepada orang yang sedang dihinggapi kegelapan batin.

Waktu jaga pertama (pukul 18.00-22.00)
Waktu ini para bhikkhu kembali datang untuk mendengar khotbah Dhamma atau untuk bertanya tentang hal-hal yang masih mereka ragukan. Selain para bhikkhu juga umat biasa banyak yang datang menemui Sang Buddha.

Waktu jaga kedua (pukul 22.00-02.00)
Para dewa datang untuk mendengarkan Dhamma yang khusus ditujukan kepada mereka. Mereka tidak dapat dilihat dengan mata biasa.

Waktu jaga ketiga (pukul02.00-04.00)
Dari pukul 02.00 sampai pukul 03.00, Sang Buddha berjalan mondar-mandir diluar kamar (melakukan meditasi berjalan) sambil menghirup udara pagi. Pukul 03.00 pagi, Sang Buddha tidur selama satu jam dan bangun pada pukul 04.00 pagi

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Kegiatan Sang Buddha sehari2

Post by co_ols on Wed Jun 10, 2009 1:38 pm

Empat puluh lima (45) tahun membabarkan Dhamma

Tahun pertama
Setelah memperoleh Penerangan Agung, Sang Buddha menjalan yassa(istirahat musim hujan) di Isipatana.

Tahun ke-2
Sang Buddha menjalankan vassa di Veluvana, Rajagaha.

Tahun ke-3
Atas permintaan Raja Suddhodana, Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu. Di Nigrodharama, untuk pertama kalinya Sang Buddha memperlihatkan kekuatan gaibNya yg disebut Mukjizat Ganda, yang hanya dapat dilakukan oleh seorang Buddha. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan keluarganya dan orang Sakya lain bahwa Beliau memang benar telah mencapai tingkat Buddha.
Dalam perjalan kembali dari Kapilavatthu ke Rajagaha, Sang Buddha bertemu dengan Anathapindika dan menyetujui untuk menjalankan vassa yang akan datang di Savatthi.

Tahun ke-4
Sang Buddha bervassa di Veluvana, Rajagaha.

Tahun ke-5
Sang Buddha bervassa di Kutagarasala, Vesali. Waktu itu raja Suddhodana sakit. Sang Buddha mengunjungi Raja di Kapilavatthu dan memberikan khotbah Dhamma kepada ayahNya, setelah mendengar khotbah tersebut, Raja Suddhodana mencapai tingkat Arahat dan meninggal dunia tujuh hari kemudian.
Sangha bhikkhuni di bawah pimpinan Maha Pajapati terbentuk di tahun ini.

Tahun ke-6
Bervassa di Mankulapabbata (Lereng Mankula). Di tahun ini, untuk kedua kalinya Sang Buddha memperlihatkan Yamakapatihariya, yaitu Mukjizat Ganda di bawah pohon Gandamba di Savatthi.

Tahun ke-7
Sang Buddha mengunjungi surga Tavatimsa. IbuNya, almarhum Ratu Maya, bersama para dewa lainnya diberi pelajaran Abhidhamma, selama tiga bulan Sang Buddha bervassa di surga tersebut.

Tahun ke-8
Beliau berada di wilayah kaum Bhagga. Ketika diam di Bhesakalavana dekat Gunung Sumsumara, Sang Buddha bertemu dengan Nakulapita dan istrinya, yang di kehidupan lampau pernah menjadi ayah dan ibuNya sampai lima ratus kali.

Tahun ke-9
Tahun ini Sang Buddha bervassa di Kosambi.

Tahun ke-10
Di tahun ini terjadi perselisihan di antara para bhikkhu di Kosambi. Karena letih menghadapi perselisihan yang tak mau didamaikan, Sang Buddha bervassa di hutan Parileyyaka. Di hutan, Sang Buddha dijaga dan dilayani oleh seekor gajah yang baik hati. Sehabis vassa, Sang Buddha pergi ke Savatthi, Ketika itu para bhikkhu di Kosambi sudah insyaf dan datang mengunjungi Sang Buddha untuk minta maaf. Mereka semua dimaafkan dan dengan demikian perselisihan itu didamaikan.

Tahun ke-11
Tahun ini Sang Buddha diam di Desa Ekanala dan mentahbiskan Kasi-bharadvaja.

Tahun ke-12
Bervassa di Veranja atas permohonan seorang Brahmana bernama Veranja. Ketika itu berjangkit kekurangan makanan di tempat tersebut, sehingga Sang Buddha dan rombonganNya harus makan makanan yang disediakan oleh lima ratus orang pedagang kuda. Moggallana menawarkan diri untuk menyediakan makanan yang layak dengan menggunakan kekuatan gaib, tetapi ditolak oleh Sang Buddha.

Tahun ke-13
Tahun ini Sang Buddha bervassa di Calikapabbata dan dilayani oleh seorang bhikkhu bernama Meghiya.

Tahun ke-14
Sang Buddha bervassa di Jetavanarama, Savatthi. Di tempat ini Rahula memperoleh upasampada dan menjadi bhikkhu.

Tahun ke-15
Sang Buddha kembali ke Kapilavatthu dan tahun ini bekas mertuanya, Suppabuddha meninggal dunia.

Tahun ke-16
Kejadian penting selama Sang Buddha diam di Alavi di tahun ini adalah penaklukan dari yakkha Alavaka yang menteror kota Alavi.

Tahun ke-17
Tahun ini Sang Buddha berada di Savatthi, tetapi mengunjungi Alavi lagi karena merasa kasihan kepada seorang petani miskin, yang kemudian menjadi seorang Sotapanna setelah mendengar khotbah Sang Buddha.
Juga di tahun ini seorang pelacur terkenal bernama Sirima kaka dari tabib Jivaka, meninggal dunia. Sang Buddha menghadiri pemakaman Sirima.

Tahun ke-18
Di tahun ini Sang Buddha kembali mengunjungi Alavi untuk kepentingan anak perempuan seorang penenun. Tiga tahun yang lampau gadis ini mendengar khotbah Sang Buddha tentang pentingnya bermeditasi terhadap kematian. Dalam pertemuan tersebut dan semua pertanyaan dapat dijawabnya dengan baik. Jawabannya mengandung arti filsafat tinggi, sehingga para hadirin yang lain, yang tidak memperhatikan khotbah Sang Buddha dengan baik, tidak mengerti jawaban gadis tersebut.
Ketika Sang Buddha mendengar bahwa gadis itu sakit keras, maka dengan melakukan perjalanan sejauh tiga puluh league (1 league=4800 atau 5.564 m), Sang Buddha berkunjung ke rumahnya dan masih sempat memberikan uraian Dhamma, sehingga waktu meninggal dunia, gadis itu mencapai Sotapatti phala.
Tahun ini Sang Buddha bervassa di Calikapabbata.

Tahun ke-19
Tahun ini Sang Buddha bervassa di Calikapabbata.

Tahun ke-20
Di tahun ini Ananda ditunjuk sebagai pembantu tetap Sang Buddha dan selama dua puluh lima tahun Ananda menjadi pembantu tetap, yaitu sampai saat Sang Buddha mangkat di Kusinara.
Di tahun ini pula Sang Buddha menaklukkan seorang penyamun ganas bernama Angulimala yang merupakan anak seorang penasehat raja negara Kosala.

Tahun ke-21 sampai dengan tahun ke-44
Selama tahun-tahun tersebut di atas, tidak dapat dipastikan secara berurutan, tempat-tempat mana yang telah dikunjungi oleh Sang Buddha dan dimana Sang Buddha bervassa.
Tetapi dapat diketahui bahwa delapan belas vassa dijalankan di Jetavanarama dan lima vassa di Pubbarama, Savatthi, sedangkan vassa ke-44 dijalankan di Beluva, sebuah desa kecil yang mungkin terletak di dekat Vesali.
Satu hal yang pasti dapat ditemukan dalam sutta-sutta ialah tentang mangkatnya Raja Bimbisara, delapan tahun sebelum Sang Buddha sendiri mencapai Parinibbana.

Tahun ke-45
Di tahun ini Sang Buddha mangkat dan mencapai Parinibbana di Kusinara pada saat purnama sidhi di bulan Vaisak (Mei) sebelum waktu bervassa.

    Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 1:51 pm