Dharma Discussion Forum

please join us
Dharma Discussion Forum

Forum Buddhis Indonesia


Sejarah Perkembangan Aliran/Sekte

Share

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Sejarah Perkembangan Aliran/Sekte

Post by co_ols on Mon Jun 01, 2009 12:45 pm

Perkembangan agama Buddha pada awalnya ada 2 (dua) rute penyebaran, yaitu :

1. Jalur Selatan, tradisi yang berkembang Theravada.
Negara yang dituju dari india ke Sri Lanka, lalu ke Myanmar, Thailand, Laos dan Kamboja.
Studi Theravada disebut juga “Jalan Sesepuh” atau Thera, memakai bahasa Pali, kanon Pali, lebih tradisional dan beraspirasi menjadi Arahat (Savaka Buddha)


2. Jalur Utara, tradisi mahayana (berbagai aliran).
Negara yang dituju dari india ke Asia Tengah, China, Korea, Jepang, Vietnam, Tibet, Mongolia dan Indonesia.
Studi Mahayana disebut juga “Kendaraan Besar”, memakai bahasa Sanskerta, China, Tibet, lebih moderat dan beraspirasi menjadi Sammasambuddha melalui jalan Bodhisattwa paramitayana: jalur bodhisattwa berdasarkan sutra.
Studi ini mengalami perkembangan yang luas, seperti Madhyamika, Yogacara, Avatamsaka, T’ien-t’ai, Chan/ Zen, Pure Land/ Amitabha Buddha.

Hal yang menarik studi perkembangan aliran utara, yaitu perkembangan yang pesat dari Vajrayana: jalur Bodhisattwa berdasarkan Sutra dan Tantra disebut juga "Kendaraan Intan". Berkembang di Bhutan, Mongolia, Tibet dan Nepal. Ajaran ini dikembangkan oleh Phadmasambhava dan Shantarakshita. Menyebarkan dharma dari India ke Tibet pada abad ke-8, atas permintaan raja Tibet: Songsten Gampo.

Dalam perkembangan selanjutnya timbul beberapa studi, di antaranya :

Nyingma didirikan Padmasambhava, tertua. Tokohnya Sogyal Rinpoche
Gelug didirikan Tsongkapa, menekankan ajaran & vinaya. Tokohnya Dalai Lama, Lama Zopa
Kagyu didirikan Naropa di India, menekankan meditasi. Tokohnya Karmapa, Kalu Rinpoche
Sakya didirikan biwarpa di India, menekankan ajaran & meditasi. Tokohnya Sakya Trizin
Kadam didirikan Atisha, merupakan penggabungan Gelug + Kagyu + Sakya mewarisi ajarannya
Ri-Me kombinasi berbagai sekte Vajrayana. Tokohnya Jamyang Khyentze

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Sejarah Perkembangan Aliran/Sekte

Post by co_ols on Mon Jun 01, 2009 12:54 pm

PERSAMAAN THERAVADA & MAHAYANA

Perkembangan yang sangat pesat dari studi Theravada dan Mahayana telah mewarnai perkembangan Agama Buddha di dunia ini. Secara garis besar kedua studi pemahaman ini memiliki kesamaan yang sangat esensial, yaitu :

Arrow mengakui Triratna (Buddha Dharma dan Sangha);
Arrow mengakui Buddha Sakyamuni sebagai pendiri ajaran Buddha ;
Arrow menerima Tiga Corak Kehidupan, Empat Kebenaran Arya, Jalan Arya Berfaktor Delapan, Sebab Musabab yang Saling Bergantung sebagai ajaran dasar ;
Arrow menerima doktrin Hukum Karma seperti yang diajarkan Buddha ;
Arrow menerima doktrin Kelahiran Kembali (Tumimba Lahir) ;
Arrow menerima alam Dewa & alam Brahma ;
Arrow mengajarkan “Perhatian Murni” dan pentingnya mengembangkan kebijaksanaan untuk memahami hakikat kebenaran dan
Arrow menerima tujuan umum mengakhiri penderitaan dan mencapai Nirwana.

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Sejarah Perkembangan Aliran/Sekte

Post by co_ols on Mon Jun 01, 2009 12:59 pm

AJARAN BUDDHA DI BARAT

Agama Buddha, agama yang tumbuh paling pesat di Barat.
Sifat ajaran yang menarik minat orang barat, yaitu Ehipassiko.
Masuknya agama Buddha ke barat diawali orang-orang Perancis, Belanda, Inggris mulai melancong ke Timur belajar Dhamma lebih dari seabad yang lampau.
Selain itu dorongan perkembangan ini adalah umat Buddha Timur mengungsi ke Barat, seperti : orang Tibet dan Vietnam, mereka membawa dharma.

Praktik Buddhis yang menarik orang barat, yaitu Meditasi. Jalan yang diikuti: “One Dharma”

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Sejarah Perkembangan Aliran/Sekte

Post by co_ols on Mon Jun 01, 2009 1:02 pm

BUDDHAYANA

Buddha menunjukkan jalan dengan 3 wahana (triyana), yaitu : Sravakayana, Pratyekabuddhayana dan Bodhisattvayana.
Seluruh dharma itu hanyalah satu kendaraan (Ekayana), yaitu Buddhayana (Saddharmapundarika-Sutra II).

Jalan yang berkembang di barat: ”One Dharma” = Non-Sektarian = Ekayana = Buddhayana.

Buddhayana bukan sekte baru, melainkan wadah pemersatu berbagai tradisi buddhis yang sudah ada.

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Sejarah Perkembangan Aliran/Sekte

Post by co_ols on Mon Jun 01, 2009 1:06 pm

Perkembangan ajaran Buddha di Indonesia, yaitu dimulai dengan kedatangan dari Ajisaka

• aji --- bahasa kawi = ilmu kitab suci

• saka --- berasal dari sakya

jadi, ajisaka artinya ahli dalam kitab suci, sakya / ahli buddha dharma.
Ajisaka merupakan gelar u/ raja Tritustha.
Dalam legenda masyarakat jateng tentang perang dasyat antara ajisaka dengan raja dewoto cengkar ( dewoto = dewa, cengkar = jahat ) = dewa jahat ( avidya ). Sehingga dapat dikatakan perang tersebut, merupakan perang antara Buddha Dharma melawan kejahatan / kebodohan (avidya)


Siapa Ajisaka ?
Beliau bukan hanya ahli dalam Buddha Dharma, tetapi juga seorang ahli astronomi dan ahli sastra disamping sebagai dharmaduta, beliau juga memperkenalkan aksara dan penanggalan tahun Saka (Candrasengkala), yaitu :

"ha – na – ca – ra – ka,

da – ta – sa – wa(ga) – la,

pa – da – ja – ya – nya,

ma – ga(nga) – ba(tha) – tha(ba) – nga(wa)"


"Ada abdi, sama-sama memegang surat (titah), sama-sama jayanya, dan sama-sama gugur".

dhura & sembada “ nir wuk tanpa jalu “.
nir = kosong, wuk = tidak jadi, tanpa=0 jalu =1. jadi 0001, menurut tahun saka = 14 maret tahun 78 masehi

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Sejarah Perkembangan Aliran/Sekte

Post by co_ols on Mon Jun 01, 2009 1:22 pm

Perkembangan Agama Buddha di Indonesia:

Arrow Abad I, ditandai kedatangan Ajisaka

Arrow Abad II, III, IV, menurut catatan Fa-Hien pada saat itu di Jawa agama Buddha sudah ada dan kedatangannya. Pada saat itu banyak membawa rupang dan kitab agama buddha

Arrow Abad V, VI, bukti perkembangan agama Buddha dari prasasti Purnawarman di Jawa Barat dan Mulawarman di Kalimantan

Arrow Abad VII, VIII, jaman keemasan agama Buddha, ditandai dengan pendirian candi Borobudur

Arrow Abad VIII, IX, berdiri kerajaan Sriwijaya di Sumatera. Menurut catatan It Shing pernah datang dan belajar.

Arrow Abad XI, Atisa Dipankara, seorang bhikkhu yang punya latar belakang pengajaran Tantrayana, berguru pada Serlingpa Dharma Kirti di Sriwijaya.

Arrow tahun 1100 – 1478, berdiri kerajaan-kerajaan Kediri, Singosari, Majapahit dan akhirnya Majapahit runtuh - kerajaan Islam berdiri agama Buddha hilang dari peredaran, dan tidak pernah di bicarakan, hanya peninggalan berupa candi candi yang masih dikagumi kebangkitan agama Buddha

Arrow tahun 1929, orang Belanda yang beragama Buddha membentuk Java Buddhist Association (orientasi Theravada). Presiden pandita Josias (upasaka I yang datang di pulau Jawa) banyak berinteraksi di klenteng dengan bhiksu-bhiksu yang di klenteng dan niko-niko.

Arrow tahun 1934, bhikkhu narada thera datang ke Indonesia.
Pada tanggal 4 Maret (seorang Dharmaduta Buddhis terkenal dari Srilangka) pulau Jawa pertama kalinya dikunjungi bhikkhu Theravada.
Penanaman pohon Bodhi di candi Borobudur.
10 Mei terbentuk Batavia Buddhist Association (condong ke Mahayana).
Pada tanggal 23 januari 1923, di Bogor, lahir bayi laki-laki. Ayahnya Tee Hong Gie, ibu Tan Sep Moy. Anak tersebut diberi nama Tee Boan An mempunyai 2 (dua) kakak laki-laki. Ibu meninggal, saat Boan an usia 20 tahun. Pada tahun 1946 Tee Boan An nekat ke Belanda. Boan An kuliah, sering ikut ceramah Theosofi sempat ke Perancis mengikuti ceramah Krisnamurti (praktisi spiritual).

Beliau melanjutkan perjalanan ke Belanda dan semakin mantap menempuh jalan spiritual. Pada tahun 1951 pulang ke Indonesia. Beliau mengunjungi teman-teman dan diangkat jadi ketua gabungan Sam Kauw Indonesia. Jabatan ini membuatnya lebih mudah menyebarkan ajaran Buddha. Beliau pernah menjadi guru di Sariputra Jakarta.

Memutuskan jadi pelayan Buddha (anagarika) berkenalan dengan Ananda Suyono dan Parwati tahun 1953 melempar ide mengadakan waisak secara nasional di borobudur, dengan membagikan undangan ke pejabat dan wakil Negara.

Perayaan waisak mendapat dukungan dari theosofi dan orang-orang Sam Kauw Waisak 2497, 22 mei 1953 adalah sebagai shock therapy, membuat orang tercengang menyadarkan orang, bahwa dulu ajaran Buddha pernah berjaya dan umatnya masih ada.

Hari-hari Tee Boan An memberikan ceramah ke Jawa Tengah–Jakarta di Jakarta sering ke klenteng Kong Hoa Sie (vihara silsilah C’han) ada suhu Pen Chin yang berdiam di sana. (Pen Chin dalam silsilah vihara tersebut termasuk pimpinan dan dipercaya telah mencapai kesucian).

Boan An disarankan untuk mencukur rambutnya. Boan An menjadi samanera menurut tradisi C’han diberi nama Ti Chen, (hadir saat itu maha biksu Ju Sung, biksu Ju Khung, biksu Cen Yao, biksu Wu Ching).

Sramanera Ti Chen, Maha biksu Pen Ching mencarikan dana u/muridnya agar dapat ke luar negeri guna menjadi bhikkhu karena di Indonesia keberadaan bhikkhu sangat kurang. Desember 1953 sramanera berangkat ke Birma (ongkos pesawat ditutupi oleh dana yang dikumpulkan biksu Pen Ching dan sahabatnya Ong Tiang Biauw.

Sramanera Ti Chen – Burma mengikuti latihan meditasi vipasana dipusat meditasi Mahasi Sasana Yeikhta, Rangoon. perkembangan yang pesat menarik perhatian dari Mahasi Sayadaw, sehingga menunjuk bhikkhu Nyanuttara Sayadaw untuk membimbing secara khusus.

Pada 23 Januari 1954 sramanera Ti Chen Di tahbiskan sekali lagi secara Theravada menjadi seorang samanera. Guru spiritualnya YA. Agga Maha Pandita untuk Ashin Sobhana mahathera (Mahasi Sayadaw) diberi nama Jinarakkhita, dan mendapat gelar Ashin.

Ashin = gelar u/menunjukkan orang yang memakainya sbg bhikkhu yg patut dihormatii. Sedangkan Jinarakkhita = orang yg pantas dilindungi dan diberkahi Buddha.

untuk membaca kegiatan B. Ashin bisa dilihat pada topik -> http://dharma.forum777.com/sejarah-f29/sejarah-bangkitnya-agama-buddha-di-indonesia-t62.htm

Arrow tahun 1980, B. Ashin melihat umat Buddha mulai terkotak-kotak, tetapi bhikkhu Ashin tetap mempertahankan konsep wahana Buddha (Buddhayana) yang kemudian dikenal sebagai Ekayana (di barat), hal ini sekaligus merupakan pengejawantahan “Bhinneka Tunggal Ika” yang merupakan sila pertama dari pancasila yang merupakan dasar negara kita indonesia. Dengan pendekatan konsep ini umat buddha diharapkan dapat belajar masing-masing yana tanpa mencemooh satu dg yang lain , lalu mereka boleh memilih mana yg akan didalami guna menunjang praktek mereka yang penting tujuan utamanya mencapai tujuan akhir Nibbana

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Sejarah Perkembangan Aliran/Sekte

Post by co_ols on Mon Jun 01, 2009 1:38 pm

TOKOH-TOKOH YANG MEMILIKI SEMANGAT BUDDHAYANA DAN PANDANGAN-PANDANGANNYA

Arrow Thich Nhat Hanh, bermacam-macam obat diperlukan u/ menyembuhkan berbagai penyakit, ajaran buddha juga membuka pintu pintu dharma yang sesuai bagi setiap orang dengan keadaan yang berlainan. Meski pintu-pintu itu berbeda, antara orang satu dengan yang lain, mereka semua adalah pintu dharma

Arrow dr. K. Sri Dhammananda, “pengikut Buddha sejati dapat menjalankan ajaran agama tanpa melekat pada aliran atau sekte apapun. kemelekatan membuta adalah suatu hal yang menunjukkan ketidak pahaman kita akan konsep dasar ajaran buddha itu sendiri”

Arrow Maha Biksu Hsing Yun dari Buddha Light International Association (BLIA) “masa depan dapat merupakan dunia paling harmonis, adalah dunia Buddhayana”

Arrow Dhammacari Lokamitra, Friend of Western Buddhist Order (FBWO), kami adalah non sekterian dalam arti bahwa kami mempergunakan ajaran – ajaran dari berbagai sekte agama buddha sejauh ajaran – ajaran tersebut relevan dan praktis dengan situasi dimana kami mempraktekkan dharma.

Arrow Bhikkhu Dharmawiranatha, “Buddhayana bertujuan mencapai suatu perpaduan, antara inti sari ajaran dengan pola hidup dan kebudayaan seseorang.“

“konsep buddhayana bertujuan untuk memperlihatkan pentingnya menghindari pengelompokan dan sekterianisme.”

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Sejarah Perkembangan Aliran/Sekte

Post by co_ols on Mon Jun 01, 2009 1:41 pm

PROSPEK BUDDHAYANA

Arrow keinginan punya lambang persatuan yg diterima ketiga mazhab, sehingga muncul bendera Buddhis Internasional (1885) ;

Arrow Tahun 1943 di London terbit majalah Buddhis Internasional “the Middle Way” yang tidak memandang mazhab.

Arrow Tahun 1950 berdiri WFB (Wolrd Fellowship of Buddhist), dalam WFB lebih dari 25% organisasi atau institusi memiliki semangat Buddhayana. mereka memakai istilah non sekterian, intersekterian, menerima segala tradisi, terbuka untuk semua sekte, tidak berafiliasi dengan sekte

Arrow WBSC (World Buddhis Sangha Council) pada tahun 1966 yg menghimpun semua mahzab dalam kongres dunia i dari WBSC di Colombo 1967, telah disepakati dengan bulat rumusan prinsip dasar agama Buddha, baik Theravada, Mahayana (termasuk Tantrayana) mempunyai prinsip yang sama. perbedaan-perbedaan mengenai tata kehidupan biku, adat dan kepercayaan buddha lokal, upacara, tradisi, dan kebiasaan hanyalah wujud luar, tidak boleh dianggap sebagai ajaran Buddha

Arrow the third annual internasional Buddhist seminar di New York (1974) mencetuskan harapan perserta seminar untuk tidak mengklasifikasikan ajaran Buddha ke dalam bermacam-macam yana. harapan ini disambut oleh dr.buddhadasa kirtisinghe, ketua seminar yang mengusulkan sebutan “Ekayana atau Buddhayana”

Arrow dr. Ananda W.P Guruge yg bekerja di unesco dalam ceramahnya “Universal Buddhisme” menyatakan “ saya meramalkan timbulnya kecenderungan – kecenderungan baru dalam agama buddha di barat. interaksi yg rapat dari berbagai aliran dan sekte yang berbeda akan berakibat saling mempengaruhi. pakar-pakar barat telah menyuarakan bahwa mereka lebih menginginkan suatu bentuk agama buddha yang menggabungkan ketiga tradisi dari theravada, mahayana, tantrayana.

Kita mendengar istilah Triyana dan Buddhayana maupun ekayana sebagai nama dari agama buddha.
“kita seharusnya tidak merendahkan perkembangan alamiah ini, karena beginalah sebenarnya bagaimana ajaran buddha berkembang selama 2500 tahun terakhir ini.”

sumber: Situs Siddhi Surabya

Gunawan
G.M.
G.M.

Male Gemini Rat
Jumlah posting : 76
Points : 370
Join date : 09.05.09
Age : 44
Lokasi : Jakarta

Re: Sejarah Perkembangan Aliran/Sekte

Post by Gunawan on Fri Jun 05, 2009 11:26 am

Guru Iwan Aktif di MBI yach?......... ga tau

co_ols
Admin
Admin

Male Sagittarius Jumlah posting : 1554
Points : 3046
Join date : 31.03.09
Lokasi : JAPAN ( JAkarta PANas )

Re: Sejarah Perkembangan Aliran/Sekte

Post by co_ols on Fri Jun 05, 2009 11:39 am

Gunawan wrote:Guru Iwan Aktif di MBI yach?......... ga tau
gak koq, itu semua yg saya post cuman hasil copas buat referensi saya pribadi dan tentunya juga buat semuanya.

sampai saat ini saya belum aktif dimanapun walaupun keinginan untuk aktif sebetulnya sudah lama ada, jadi selama belum aktif makanya saya dedikasikan disini di dunia maya ini hehehehhhh Razz

Gunawan
G.M.
G.M.

Male Gemini Rat
Jumlah posting : 76
Points : 370
Join date : 09.05.09
Age : 44
Lokasi : Jakarta

Re: Sejarah Perkembangan Aliran/Sekte

Post by Gunawan on Sat Jun 06, 2009 12:23 am

Oh I See..... Jangan Sia-sia kan waktu anda....Mengabdilah Secepatnya....hehehe

yusuf
5th Grade
5th Grade

Jumlah posting : 246
Points : 910
Join date : 22.10.09

Re: Sejarah Perkembangan Aliran/Sekte

Post by yusuf on Sat Oct 31, 2009 10:16 pm

namo buddhaya wan, thxs, selama ini tau nama b.ashin, tp tdk tau sejarahnya

Sponsored content

Re: Sejarah Perkembangan Aliran/Sekte

Post by Sponsored content Today at 7:13 pm


    Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 7:13 pm