Dharma Discussion Forum

please join us
Dharma Discussion Forum

Forum Buddhis Indonesia


Siapa Saja Bisa Jadi Duta Iklim...

Share

yusuf
5th Grade
5th Grade

Jumlah posting : 246
Points : 910
Join date : 22.10.09

Siapa Saja Bisa Jadi Duta Iklim...

Post by yusuf on Tue Nov 17, 2009 5:41 pm

Yostika Sunaryo bercerita dengan penuh semangat mengenai pengalaman yang didapatkan selama menjalani training sebagai duta iklim di China, beberapa pekan lalu. Yostika, yang akrab disapa Yosi adalah satu dari empat duta iklim HSBC Indonesia.

"Saya baru tahu, ternyata borosnya kita menggunakan listrik juga memberikan kontribusi untuk perubahan iklim. Ternyata, kalau membiarkan TV atau alat listrik lain dalam keadaan standby, paling tidak kita bayar 10 persen dari bill listrik bulanan. Dan menghemat listrik salah satu upaya kita mengurangi dampak perubahan iklim," kisah wanita yang akrab disapa Yosi ini, Selasa (17/11) sore, di HSBC Learning Centre, Jakarta.

Yosi, bersama tiga rekan sesama karyawan HSBC, terpilih menjadi climate champions alias duta iklim HSBC Indonesia. Para duta iklim ini "dikelaskan" di HSBC Climate Centre yang terdapat di China selama dua pekan. Sepulang mengikuti pelatihan, ia pun memikirkan berbagai hal yang bisa diimplementasikan di lingkungan kerja dan keluarganya.

"Mungkin hal-hal yang sangat simple, tapi kontribusinya besar untuk mengurangi dampak perubahan iklim," ujarnya.

Yosi yang bertugas di Learning Centre Department inipun sudah menyiapkan program sederhana. Apa itu? Mengganti cangkir-cangkir plastik dengan cangkir atau gelas kaca!

"Plastik itu kan yang paling susah didaur ulang. Saya lihat, peserta training kalau habis minum diremet (remas), langsung dibuang. Boros kan? Mending modal di awal besar, ganti dengan gelas kaca tapi manfaat ke depannya besar," kata dia.

Duta iklim HSBC lainnya, Fermana Nusantara, juga telah menerapkan sejumlah program. Terutama, di departemen operasional, tempat ia bertugas. Pesan yang ingin disampaikannya adalah menciptakan sustainable bussiness, sustainable operations dan sustainable communities .

"Bagaimana agar bisa mendukung green financial company. Di Hongkong, sudah ada green credit card yang terbuat dari bahan daur ulang. Saya pikir, ini juga bisa diterapkan di Indonesia," ujar Fermana.

Dalam hal operasional, ia memaparkan sejumlah kebijakan yang sudah diterapkan di kantornya, misalnya menggunakan kertas bolak-balik untuk pencetakan, mematikan 50 persen lampu di kantor pada pukul 18.00 sebagai upaya hemat energi dan mematikan lampu pada jam istirahat siang.

Tak hanya itu, Fermana dan tiga duta iklim lainnya juga melaksanakan sebuah proyek daur ulang barang-barang atau peralatan kantor yang sudah tidak terpakai. "Misalnya, flyer-flyer yang biasanya disebar untuk konsumen, kalau bersisa bisa dianyam menjadi barang baru seperti tempat pulpen, membuat tas dari tube pasta gigi dan lain-lain. Kami juga ke sekolah-sekolah di lingkungan perusahaan untuk menyosialisasikan tentang perubahan iklim," tuturnya.

Duta iklim dari HRD Department, Ayu Nilam Kencana, juga melakukan upaya untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh rekan sekerjanya. Menurut Ayu, bahan bakar fosil yang menjadi penggerak kendaraan memberikan kontribusi dalam peningkatan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, ia "mengompori" rekan-rekan kerja yang rumahnya berdekatan atau searah, untuk saling nebeng satu sama lain.

"Selain hemat bensin, juga mengurangi polusi," ujarnya.

Ke depannya, ia juga berharap, perusahaan bisa menerapkan sistem online secara keseluruhan untuk transaksi bank, seperti yang sudah dipraktekkan di Hongkong. Sistem online, menurutnya, akan menghemat penggunaan kertas yang dihasilkan dari batang-batang pohon.

"Masih ada waktu untuk mencegah dampak terburuk dari perubahan iklim. Jika saja, ada aksi bersama yang dimulai dari sekarang," kata Ayu. Dan kita, siapa saja, bisa melakukannya!

    Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 7:15 am