Dharma Discussion Forum

please join us
Dharma Discussion Forum

Forum Buddhis Indonesia


4 PELAJARAN DARI LIAO FAN (Pelajaran ke IV ~ Terakhir.)

Share

tanhadi
Moderator
Moderator

Jumlah posting : 58
Points : 293
Join date : 24.05.09

4 PELAJARAN DARI LIAO FAN (Pelajaran ke IV ~ Terakhir.)

Post by tanhadi on Thu Sep 17, 2009 8:05 am

Hal.1

PELAJARAN KEEMPAT


KEUNTUNGAN DARI KERENDAHAN HATI


1
Kesombongan mendatangkan petaka
Kerendahan hati mengundang keberuntungan



Pada I Ching (Kitab tentang perubahan) dikatakan bahwa Tuhan akan mengambil dari mereka yang hidup bermegah dan memberi kepada mereka yang sederhana. Kalau kita memperhatikan bahwa air pada permukaan yang tinggi akan selalu mengalir ke tempat yang rendah, dengan cara yang sama para suci dan dewa-dewi akan mengambil dari mereka yang sombong, dan melindungi mereka yang sederhana. Hal yang sama terjadi pada manusia. Mereka yang sombong dan penuh dengan sikap mementingkan diri sendiri, akan dijauhi oleh orang lain, dan hanya mereka yang rendah hati akan dihormati. Pada I Ching, ada enam puluh empat (64) hukum yang menjelaskan tiga ratus delapan puluh empat (384) nasihat, dua pertiga diantaranya merupakan peringatan dan nasihat. Tetapi dalam ke-enam hukum yang merupakan "hexagram kerendahan hati" seluruhnya adalah merupakan pujian. Sehingga ada pepatah umum mengatakan bahwa kerendahan hati akan membawa keberuntungan dan kesombongan mengakibatkan kesulitan.

Kalau anda melihat para-terpelajar yang miskin, biasanya saat-saat sebelum mereka menjadi terkenal, mereka sangat, sangat sederhana. Beberapa tahun yang lalu ada sepuluh orang dari dusun saya yang berangkat ke Ibu Kota untuk mengikuti ujian pemerintahan. Diantara mereka ada seorang yang bernama Ding-Bing, yang paling muda dan juga paling rendah hati. Saya telah memberitahu kepada teman-teman lain bahwa Ding-Bing yang akan lulus dan ujian pemerintahan tahun tersebut sehingga teman-leman bertanya "Bagaimana Anda dapat memastikannya?" Saya mengatakan, "Hanya mereka yang rendah hati akan menerima keberuntungan dan dalam kelompok tersebut dia yang paling rendah hati dan juga tulus hati. Hanya dia yang menghormati orang lain dan tidak pernah bertengkar dengan yang lain. Jika dia diperlakukan tidak sebagaimana mestinya dia selalu toleran, jika dia mendengar makian dia tidak perlu membalas. Jika ada yang sudah mencapai tahap kerendahan hati seperti ini, isi surga dan dewa-dewi tentu saja akan melindunginya, tentu saja dia yang akan lulus ujian pemerintahan."

Pada saat waktunya tiba, terbukti dia yang lulus ujian. Beberapa yang lain yang tidak lulus merubah kesombongan mereka menjadi rendah hati dan akhirnya juga lulus belakangan. Sebelum surga mengaruniai seseorang, sebelum keberuntungan datang. Kebijaksanaan terlebih dahulu harus dibangkitkan. Begitu kebijaksanaan bangkit dengan sendirinya mereka menjadi rendah hati, kesombongan menghilang dan keberuntungan segera datang.

Ada orang lain yang berasal dari Jiang-Ying, bernama Chang. Dia sangat berbakat, cerdas dan terkenal. Saat itu ujian dan ternyata tidak lulus dia menjadi sangat marah. Dia mulai menyalahkan pengawas yang ia katakan tidak punya mata. Ada seorang pendeta Tao yang tersenyum menyaksikan kejadian itu, tuan Chang yang disenyumi seperti ini mulai mengarahkan kemarahannya kepada si pendeta.

Pendeta kemudian berkata, "Pasti tulisan anda yang kurang baik" .

Tuan Chang berkata, "Bagaimana anda tahu? Kamu tidak pernah melihat tulisan saya."

Pendeta Tao berkata, "orang mengatakan untuk dapat menulis dengan baik, harus dimiliki ketenangan dan kedamaian, dan saya melihat anda membuka mulut untuk memaki orang lain, jelas anda tidak damai dan juga tidak tenang, jadi bagaimana anda dapat menulis dengan baik?"

Tuan Chang menjadi terdiam kemudian berbalik dan meminta nasihat dari si pendeta.

Pendeta berkata, "Untuk lulus dari suatu ujian juga tergantung kepada nasib. Jika memang sudah nasib anda untuk tidak lulus, maka tidak perlu berapa banyakpun waktu yang anda habiskan anda tidak akan lulus. Yang pertama-tama perlu anda lakukan adalah merubah diri anda." Dan Chang bertanya, "jika memang sudah ditakdirkan, lalu bagaimana mungkin kita merubahnya?"

Pendeta Tao kemudian berkata, "Walaupun takdir sudah ditentukan dari surga, tetapi untuk membangunnya adalah tergantung diri sendiri. Jika seseorang mengumpulkan banyak pahala, maka apapun yang diharapkan akan tercapai."
Chang kemudian bertanya, Saya seorang miskin, bagaimana saya dapat berbuat baik dan mengumpulkan pahala?"

Pendeta Tao menjawab; "Perbuatan baik dan pahala adalah dikumpulkan melalui hati. Jika anda selalu bersikap, ramah terhadap orang lain, maka itulah pahala yang sangat besar. Unluk bersikap rendah hati tidak membutuhkan biaya. Mengapa anda tidak melakukan sebaliknya, daripada menyalahkan pengawas ujian anda sebaiknya melihat kedalam diri anda dan mungkin akan terlihat bahwa kerendahan hati anda kurang atau memang anda yang tidak cukup baik." Tuan Chang seketika tersadar dan mulai merubah caranya.

Tiga tahun kemudian dalam suatu mimpi dia mendatangi suatu bangunan besar dan menjumpai suatu buku. Dia dalam keingin-tahuannya bertanya kepada orang disebelahnya, "Buku apa ini?" Orang disebelahnya menjawab, "Ini adalah daftar tahunan mereka yang sudah lulus ujian." Chang bertanya, "Mengapa ada demikian banyak tempat yang kosong?" Dan orang tersebut menjawab, "Setiap Tiga tahun dilakukan pemeriksaan di neraka dan hanya mereka yang sudah berbuat pahala tertentu dan tidak melakukan kejahatan-kejahatan akan tetap dipertahankan dalam daftar. Tempat kosong ini tadinya berisi nama orang-orang yang seharusnya lulus pada ujian, tetapi karena kelakuannya nama mereka harus dihapus. Selama tiga tahun ini kamu sudah bersikap sangat hati-hati dan secara rajin memperbaiki dirimu. Anda boleh menempati tempat kosong ini jadi selamat kepada anda." Dan pada tahun tersebut Tuan Chang lulus ujian dan menjadi orang ke-105 yang lulus.

Jadi, jika kita mengerti tentang pepatah umum bahwa dalam kehidupan janganlah berbuat sesuatu yang memalukan karena selalu ada dewa kesadaran di atas kepala kita, yang mengetahui segalanya.


_________________
Salam Metta,
Sabbe satta bhavantu sukhitatta

tanhadi
Moderator
Moderator

Jumlah posting : 58
Points : 293
Join date : 24.05.09

Re: 4 PELAJARAN DARI LIAO FAN (Pelajaran ke IV ~ Terakhir.)

Post by tanhadi on Thu Sep 17, 2009 8:09 am

Hal.2

2
Menentukan arah hidup,
untuk selalu berada dalam kebajikan



Jadi, dalam kehidupan kita, apakah akan mendapatkan keberuntungan atau kesialan, semuanya terpulang pada suatu pikiran - jika pikiran dapat dikendalikan dan dijaga agar tetap murni dan juga tetap memelihara sifat rendah hati, dengan sendirinya kita akan dilindungi oleh dewa-dewi. Sebaliknya jika sombong dan penuh dengan kepentingan diri. memanfaatkan kekuasaan, kepandaian dan kekayaan untuk kesombongan dan menindas yang lain, maka tidak mungkin akan memiliki masa depan yang cemerlang. Tidak akan berhasil apalagi mendapatkan nasib baik.

Jadi, orang yang bijaksana dan mengerti Tao tidak akan merusak masa depan dan keberuntungannya sendiri. Orang yang rendah hati dapat menerima pelajaran dari orang lain, sehingga dengan cara yang sama akan menerima kebijaksanaan keberuntungan dan keuntungan yang banyak Inilah hukum dasar dalam kehidupan.

Tidak heran jika ada ungkapan bahwa jika kita ingin memiliki kekayaan dan kedudukan, kita akan memilikinya. Jika kita ingin terkenal, dapat juga dimiliki. Karena saat membuat komitmen dalam diri kita, adalah seperti pohon yang menyiapkan akarnya. Jika komitmen dalam diri kita dibuat mendalam, sering membina kerendahan hati dalam berhubungan dengan orang lain, sering membantu dan melayani orang lain, dengan sendirinya apa yang kita inginkan akan tercapai.

- end –

namaste


_________________
Salam Metta,
Sabbe satta bhavantu sukhitatta

    Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 4:49 am