Dharma Discussion Forum

please join us
Dharma Discussion Forum

Forum Buddhis Indonesia


jauh berjalan

Share

lani
Moderator
Moderator

Female Pisces Cat
Jumlah posting : 65
Points : 138
Join date : 03.08.09
Age : 29
Lokasi : central java

jauh berjalan

Post by lani on Wed Aug 26, 2009 10:34 am

Waktu terus berlalu dari hari kehari, hingga usia bertambah tanpa kita sadari juga. Suatu malam aku duduk diteras depan sambil menahan kesal. Masalahnya adalah terletak pada sikap teman-temanku. Aku merasa dikala duka mereka pergi menjauh, dikala suka tanpa diminta mereka datang. Kenapa yah? Bukankah itu sudah biasa? Tapi kali ini aku merasa sensitif (lebih mudah tersinggung) Biasalah siklusnya wanita tiap bulan ditambah jerawat juga ikut-ikutan nongol padahal dari dulu nggak pernah jerawatan. Ugh!

Dikala kusendiri itulah datang seorang teman menghampiri. Sambil membawa secangkir kopi dan sebungkus rokok. Kulirik dia begitu menikmati apa yang dia nikmati saat ini. Dia duduk disampingku, menghisap rokoknya beberapa kali lalu meminum kopi modernnya (kopi susu)

"Kenapa kok BT?" tanyanya. Kami seumuran sudah kepala dua, usia yang masih rentan dengan kebimbangan. Aku memanggilnya papi, seakan kerinduan pada Ayah terobati sudah.
"Aku lagi kecewa sama teman pap. Mereka tuh kebanyakan munafik, gak pernah mau ngertiin," jawabku dengan nada jengkel. "Hmm..." papi hanya meringis. Membuatku penasaran.
"Emang begitu kan? aku tahu masing-masing punya masalah tapi masa untuk SMS aja gak sempat, gak punya pulsa? sibuk banget? gak mungkin!" lanjutku.
"Begini loh..." papi mengeluarkan benda apa saja yang disembunyikannya. Pertama asbak, kedua korek, ketiga gelas, keempat bungkus rokok. Aku menarik alisku tinggi-tinggi.

"Pilahlah teman bukan memilih yah!"
"Ada teman yang hanya siap untuk have fun aja, serius aja, sekali lewat aja, dan satu paket. Mendapatkan teman yang satu paket itu butuh proses panjang, makanya aku bilang pilah teman," tangan papi sambil memaju mundurkan keempat benda tadi. Aku terdiam sejenak, dasar dari persahabatan adalah ketulusan tanpa pamrih. Bukankah lebih baik memberi daripada menerima?

"Sebenarnya masalahmu tuh apa? Hidup ini tak perlu dirisaukan apalagi disesali, nikmati saja," dia tersenyum. Aku merasa malu, menunduk dalam. Kuberanikan diri menatapnya lalu berkata dalam hati, " papi pernah kena liver tapi gaya hidupnya seperti itu, bukankah tidak menyayangi diri-sendiri?" dan aku masih ingat jawabannya, "Makasih atas perhatiannya ya!" Haiyaaa....

Selalu ada pelajaran berharga disetiap tindakan yang kita lakukan. Masih jauh kuberjalan dan ini adalah salah satu dari sekian banyak perjalanan yang kulalui. Teman maafkan aku jika sempat kumarah padamu, benci padamu, dan tak menghargaimu. Sebab sempat kumelekat padamu, yang bangkitkan semangat hidupku. Sejujurnya aku ingin berterima kasih kepada temanku yang selalu memberi inspirasi dan semangat juang hingga saat ini, dia menempati ruang spesial dalam relung hatiku. Thank you friend!

"Pap, jangan menatapku seperti itu donk heheh"
"Hahaha... abis pipimu kayak bakpau si,"

Hah? Damn!!!!

kami tertawa.

diambil dari www.lanilanimc.blogspot.com


Terakhir diubah oleh lani tanggal Wed Aug 26, 2009 10:37 am, total 2 kali diubah (Reason for editing : lupa nulis sumbernya)

    Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 1:07 am