Dharma Discussion Forum

please join us
Dharma Discussion Forum

Forum Buddhis Indonesia


KETIKA LANGIT DAN BUMI BERSATU............

Share

beauty
6th Grade
6th Grade

Female Jumlah posting : 283
Points : 830
Join date : 13.06.09
Lokasi : it's a small world

KETIKA LANGIT DAN BUMI BERSATU............

Post by beauty on Sun Aug 16, 2009 1:36 pm

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi,

mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku,

apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali,

kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,

kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,

Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

.... Gusti, padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"

(WS Rendra).

beauty
6th Grade
6th Grade

Female Jumlah posting : 283
Points : 830
Join date : 13.06.09
Lokasi : it's a small world

Re: KETIKA LANGIT DAN BUMI BERSATU............

Post by beauty on Sun Aug 16, 2009 2:03 pm

Puisi WS Rendra ini saya postingkan,
semata-mata karena inti dari isi puisi tersebut,
yang mencerminkan kegundahan seorang WS Rendra,
dalam menyikapi hidup.


Dalam Buddha Dhamma,
Kita mengenal,

"ketidak-kekalan",
"kemelekatan",
"karma".

Sehingga,
mungkin kita bisa lebih bijak
dalam menyikapi setiap kondisi yang terjadi.


Semoga bermanfaat,
Semoga semua makhluk berbahagia.

    Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 1:51 pm